Bekali Mahasiswi dengan Wawasan Kebangsaan, Satbinmas Polres Singkawang Cegah Intoleransi dan Radikalisme Sejak Dini

9

SINGKAWANG, Polda Kalbar – Polres Singkawang terus berupaya membangun generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan edukasi tentang pencegahan dan penanggulangan intoleransi, radikalisme, terorisme, serta penyebaran paham yang bertentangan dengan ideologi negara kepada mahasiswi Akademi Kebidanan Singkawang, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB tersebut digelar di Ruang Belajar Akademi Kebidanan Singkawang, Jalan Gunung Ceremai, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Kasatbinmas Polres Singkawang Polda Kalbar IPTU Budi Anggoro bersama AIPTU Hermanto hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam penyuluhan tersebut, para mahasiswi diberikan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini terhadap munculnya paham intoleran dan radikal. Sikap eksklusif, menutup diri terhadap perbedaan, mudah membenci kelompok lain, serta menganggap kelompoknya paling benar menjadi beberapa hal yang perlu dikenali dan diwaspadai sejak dini, khususnya oleh generasi muda yang memiliki peran penting dalam menjaga masa depan bangsa.

Selain itu, Satbinmas juga menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para mahasiswi diajak memahami bahwa perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati dan menghargai.

Tidak kalah penting, peserta juga diberikan edukasi mengenai literasi digital agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Mahasiswi diingatkan untuk tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang mengandung propaganda anti-Pancasila, ujaran kebencian, atau ajakan yang dapat memecah belah persatuan. Mereka juga didorong untuk berperan aktif bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan yang aman, damai, dan harmonis serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan aktivitas atau ajakan yang mengarah pada paham mencurigakan.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 24 mahasiswi bersama tenaga pendidik Akademi Kebidanan Singkawang. Melalui kegiatan ini, Polres Singkawang berharap generasi muda tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dengan membangun kesadaran sejak dini, semangat persatuan dan kerukunan di Kota Singkawang diharapkan terus terjaga.

Penulis Humas Polres Singkawang

About The Author