
SINGKAWANG, Polda Kalbar – Polres Singkawang, Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari kesebelas, Senin (31/8/2026), tim gabungan kembali turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran, serta pemantauan guna memastikan api tidak kembali membesar.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan bersama Manggala Agni, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 22 hektare. Area tersebut merupakan lahan gambut yang di dalamnya terdapat kebun sawit, karet, nanas dan rambutan, serta ditumbuhi ilalang, pakis dan semak belukar yang mengering. Kondisi lahan gambut dan cuaca yang panas selama musim kemarau membuat potensi api kembali muncul masih cukup tinggi.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak 106 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari personel Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, BKO Brimob Polda Kalbar, TNI, Manggala Agni, BPBD Kota Singkawang dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Rasau. Sinergi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke area lainnya.
Berbagai peralatan digunakan untuk menjangkau titik-titik yang terbakar, di antaranya mesin pompa air milik Manggala Agni, Polsek Singkawang Utara, MPA dan Brimob, serta tiga unit mobil pemadam kebakaran (water tank) milik TNI AD. Sumber air berupa kanal dan parit di sekitar lokasi berjarak sekitar 250 hingga 500 meter dari titik kebakaran, sehingga proses pemadaman dilakukan secara bertahap dan membutuhkan kerja sama serta ketekunan seluruh personel di lapangan.
Meskipun api utama untuk sementara berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil dan kepulan asap di beberapa bagian lahan. Penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih dalam proses pendalaman dan belum dapat diketahui secara pasti. Petugas terus melakukan penyisiran dan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan panas yang tersimpan di dalam tanah gambut tidak kembali memicu kebakaran.
Kehadiran tim gabungan selama sebelas hari menjadi wujud nyata kepedulian dan kesungguhan dalam melindungi lingkungan serta masyarakat dari dampak Karhutla. Pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh titik panas dinyatakan aman, api benar-benar padam, dan kondisi di kawasan tersebut dipastikan kondusif.
Penulis Humas Polres Singkawang
