
SINGKAWANG, Polda Kalbar – Polres Singkawang, Ratusan masyarakat Muslim Kota Singkawang memanjatkan doa bersama melalui pelaksanaan Sholat Istisqo sebagai bentuk ikhtiar dan pengharapan agar hujan segera turun serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Singkawang dapat segera berakhir. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) pukul 08.15 WIB, bertempat di Halaman Mess Daerah Kota Singkawang, Jalan Merdeka, Kelurahan Tengah, Kecamatan Singkawang Barat.
Kegiatan yang mengatasnamakan kelompok dan elemen masyarakat Muslim Kota Singkawang tersebut diikuti sekitar 350 jemaah. Hadir dalam kegiatan di antaranya Kapolsek Singkawang Tengah Iptu Eko Yulianto, Pjs. Danramil 1202-01/Singkawang Barat Peltu Heri Yudianto, Kapolsek Singkawang Barat yang diwakili Kanit Intelkam Iptu Rachmansyah, personel Polsek Singkawang Barat dan Singkawang Tengah, serta masyarakat Muslim Kota Singkawang.
Sholat Istisqo dipimpin oleh KH. Achmad Taufiqurrahman bin Jufri, Pengurus Pondok Pesantren Nurusshibyan Kota Singkawang. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqo memiliki tata cara yang menyerupai Sholat Idul Fitri, yakni dengan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. Melalui ibadah tersebut, jemaah diajak untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan sebagai rahmat dan pertolongan di tengah kondisi kemarau serta bencana Karhutla yang menyebabkan kabut asap.
Dalam khotbahnya, KH. Achmad Taufiqurrahman mengajak seluruh jemaah menjadikan kondisi yang terjadi sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri. Menurutnya, cobaan yang dihadapi hendaknya tidak hanya disikapi dengan mengoreksi keadaan di sekitar, tetapi juga dengan melihat kembali kesalahan dan kekurangan diri masing-masing serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT, termasuk menjaga pelaksanaan sholat lima waktu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan, perbuatan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang diajak untuk senantiasa menyampaikan kebaikan dan menghindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain maupun lingkungan. Kondisi kemarau yang menyebabkan kebakaran tidak hanya terjadi pada kawasan hutan dan lahan, tetapi juga berdampak pada permukiman dan bangunan, sehingga menjadi pengingat bersama untuk meningkatkan kepedulian dan menjaga lingkungan.
Menutup rangkaian kegiatan, jemaah diajak memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan di Kota Singkawang dan wilayah Kalimantan Barat. Di tengah perjuangan menghadapi kabut asap Karhutla, Sholat Istisqo menjadi wujud ikhtiar spiritual sekaligus pesan kemanusiaan bahwa menghadapi bencana membutuhkan doa, kepedulian, dan ikhtiar bersama.
Penulis Humas Polres Singkawang
