
SINGKAWANG, Polda Kalbar – Polres Singkawang, Harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kalimantan Barat hadir melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Kalimantan Barat. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) resmi dibuka pada Senin (31/8/2026) pukul 10.00 WIB, bertempat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Kalimantan Barat, Jalan Sagatani Sombang, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus memulai perjalanan pendidikan mereka.
Pembukaan MPLS dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan stakeholder, di antaranya Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten II Pemprov Kalbar Heronimus Hero, S.P., M.Si., Staf Khusus Menteri Sosial RI Fuji Abdul Rohman, S.H., M.H., Wadanrindam XII/Tanjungpura Kolonel Inf Indarmawan, Kapolda Kalbar yang diwakili Ka SPN Polda Kalbar Kombes Pol. Achmad Dharmianto, S.H., S.I.K., Wakapolres Singkawang Kompol Eko Andi Sutejo, S.H., M.M. serta sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, tokoh agama, tokoh adat, kepala OPD dan perwakilan wali murid.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Kalbar Amirudin, S.T., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau keluarga prasejahtera. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalbar, tercatat sebanyak 270 peserta didik yang terdiri dari 30 siswa SD, 120 siswa SMP dan 120 siswa SMA. Saat ini, sebanyak 11 bangunan telah dapat difungsikan untuk mendukung kegiatan MPLS, meliputi tempat ibadah, ruang kelas serta asrama putra dan putri, dengan dukungan 102 tenaga pendidik.
Staf Khusus Menteri Sosial RI Fuji Abdul Rohman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus menjadi salah satu program prioritas Presiden. Ia berharap pelaksanaan MPLS dapat dimanfaatkan secara maksimal agar para peserta didik dapat beradaptasi, mengenal guru, teman serta lingkungan sekolah dengan baik.
Sementara itu, Asisten II Pemprov Kalbar Heronimus Hero menilai keberadaan Sekolah Rakyat sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan. Ia menyebut Kalimantan Barat masih menghadapi persoalan anak putus sekolah, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat dengan pendidikan formal tanpa biaya dan fasilitas yang memadai diharapkan dapat menjadi solusi. Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman dengan memperhatikan potensi bullying maupun perundungan di antara peserta didik.
MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Kalbar dijadwalkan berlangsung selama dua minggu sebagai masa adaptasi bagi para peserta didik terhadap lingkungan dan pola pendidikan yang baru. Di tengah kondisi kualitas udara Kota Singkawang yang tidak sehat akibat asap karhutla, aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik juga menjadi perhatian. Terlebih, telah diterbitkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran secara daring atau dari rumah.
Penulis Humas Polres Singkawang
