Wujud Pelestarian Budaya dan Kebersamaan, Masyarakat Adat Dayak Salako Mayasopa melaksanakan Ritual adat Sam Sam.

17

Singkawang, Polda Kalbar,Polres Singkawang,
Ritual Adat Sam Sam atau yang dikenal dengan istilah Tutup Kampung kembali dilaksanakan oleh masyarakat Adat Dayak Salako di Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, pada Jumat(10/7/ 2026).Kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan pada akhir Juni tersebut mengalami penyesuaian waktu berdasarkan kesepakatan pengurus adat.
Pelaksanaan ritual ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 10.00 WIB di kawasan Gunung Padagi Bagak Sahwa dengan pelaksanaan ritual adat yang dipimpin oleh Sdra. Kakeng selaku pelaksana ritual, didampingi Ketua Adat Kelurahan Mayasopa, Sdr. Yanto Y.F. Tokey. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Mayasopa Bripka Suryo, pengurus adat, perwakilan ketua RT, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Adat Dayak Salako. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam mendukung pelestarian tradisi lokal.

Memasuki malam hari, ritual dilanjutkan dengan prosesi nyaek atau penutupan kampung pada pukul 19.00 WIB, kemudian dilaksanakan penutupan sejumlah ruas jalan pada pukul 22.00 WIB, yaitu Jalan Sebakuan, Jalan Gambir, dan Jalan Senggang di wilayah Kelurahan Mayasopa. Penutupan tersebut berlangsung hingga Minggu pagi pukul 06.00 WIB sebagai bagian dari tata cara adat yang telah disepakati dan dihormati oleh masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Adat Dayak Salako, Ritual Sam Sam bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam. Melalui ritual ini, masyarakat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan. Ritual ini juga menjadi simbol harapan agar seluruh warga dijauhkan dari berbagai marabahaya, wabah penyakit, bencana, maupun gangguan yang dapat mengganggu ketenteraman kehidupan bermasyarakat.

Lebih dari itu, pelaksanaan Ritual Adat Sam Sam menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian antarsesama warga. Nilai-nilai gotong royong, saling menghormati, dan keharmonisan antara manusia dengan alam yang terkandung dalam ritual ini menjadi kekayaan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. Tradisi ini tidak hanya memperkokoh identitas masyarakat Adat Dayak Salako, tetapi juga menjadi bagian penting dari keberagaman budaya yang dimiliki Kota Singkawang.

Penulis Humas Polres Singkawang.

About The Author