
SINGKAWANG, Polda Kalbar – Polres Singkawang, Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari kesembilan, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran, serta pemantauan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali meluas.
Pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, personel gabungan dari Polsek Singkawang Utara, Brimob Polda Kalbar, Brigif 19/Khatulistiwa Singkawang, Koramil 1202-03/Singkawang, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Rasau kembali turun langsung ke lokasi. Dengan medan yang cukup sulit karena sebagian wilayah merupakan lahan gambut, petugas harus menyusuri area kebakaran untuk menemukan dan memadamkan titik-titik api yang masih tersisa.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan bersama Manggala Agni, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 19 hektare, bertambah kurang lebih 2 hektare. Area tersebut terdiri dari lahan gambut, kebun sawit, karet dan rambutan yang ditumbuhi ilalang, pakis, kayu kecil serta semak belukar dalam kondisi kering. Cuaca cerah berawan dan kondisi musim kemarau turut meningkatkan risiko api menyebar melalui vegetasi yang mudah terbakar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman dan belum dapat diketahui. Tim di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan, termasuk menyisir area yang masih mengeluarkan asap. Sumber air berupa kanal dan parit yang berada sekitar 50 hingga 250 meter dari titik kebakaran dimanfaatkan untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
Sebanyak 52 personel gabungan dilibatkan dalam penanganan tersebut, terdiri dari 11 personel Polsek Singkawang Utara, 6 personel BKO Brimob Polda Kalbar, 10 personel Brigif 19/Khatulistiwa Singkawang, 10 personel Koramil 1202-03/Singkawang, 10 personel Daops Manggala Agni Kota Singkawang, serta 15 personel MPA Kelurahan Sungai Rasau. Sejumlah mesin pompa air juga dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Meski api untuk sementara berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil dan kepulan asap di beberapa bagian lahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan sehingga dapat kembali memunculkan titik api apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
Kapolres Singkawang melalui Kapolsek Singkawang Utara AKP Sobitun menuturkan, Kepolisian bersama unsur terkait memastikan upaya pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh titik panas dinyatakan aman. Selain pemadaman, penyisiran dan pemantauan juga terus dilaksanakan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali membesar maupun merambat ke kawasan lain, Tuturnya.
Penanganan Karhutla di Sungai Rasau menjadi gambaran pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan. Di tengah kondisi medan yang menantang, personel TNI-Polri, Manggala Agni dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api, sekaligus menjaga agar dampak kebakaran tidak semakin meluas dan mengganggu keselamatan serta aktivitas warga sekitar.
Penulis Humas Polres Singkawang
