
SINGKAWANG, Polda Kalbar –Polres Singkawang, Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan terus diwujudkan melalui penanganan cepat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Sabtu (29/8/2026), personel Polsek Singkawang Timur bersama TNI dan karyawan perkebunan melakukan pengecekan sekaligus pemadaman serta pendinginan di kawasan Senggang RT 011/RW 005, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang.
Pengecekan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB setelah ditemukan adanya kebakaran pada lahan dengan luas kurang lebih 5 hektare. Berdasarkan titik koordinat sumber NASA-NOAA20, lokasi berada pada Latitude 0.97639 dan Longitude 109.09904, dengan jarak tempuh sekitar 21 kilometer dari Mapolsek Singkawang Timur.
Di lokasi, petugas menemukan gumpalan asap pada satu hamparan dengan skala sedang. Kondisi lahan yang didominasi tanah gambut serta vegetasi berupa rumput ilalang, pakis, kayu kecil dan semak belukar membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara intensif. Sumber air yang tersedia di sekitar lokasi berupa kanal atau parit yang dimanfaatkan untuk mendukung proses penanganan.
Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polsek Singkawang Timur, Koramil 1202-04/Singkawang Timur, personel BKO Karhutla TNI AD, dan warga sekitar Selain dilakukan secara manual, petugas juga menggunakan mesin Robin dan mesin pompa pemadam untuk memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap dapat segera didinginkan.
Kapolres Singkawang melalui Kapolsek Singkawang Timur AKP Rusmail bersama personel juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi agar api tidak kembali membesar maupun meluas ke area lainnya. Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi di lokasi menunjukkan hanya terdapat kepulan asap dengan skala sedang dan beberapa titik asap kecil. Pendinginan tetap dilakukan mengingat karakteristik tanah gambut yang memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan.
Penyebab awal kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui dan kerugian materiil juga belum dapat diperkirakan. Kondisi cuaca yang panas dan kering serta minimnya curah hujan diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla. Polri bersama TNI dan seluruh pihak terkait mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas dan melindungi keselamatan bersama.
Penulis Humas Polres Singkawang
