Sinergi Lintas Sektor Perkuat Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Kota Singkawang

10

SINGKAWANG, Polda Kalbar –Polres Singkawang, Pemerintah Kota Singkawang bersama TNI, Polri, BMKG, Manggala Agni, BPBD, serta sejumlah perangkat daerah menggelar Rapat Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Sabtu (22/8/2026) malam. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Singkawang tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi karhutla yang masih mengancam di tengah kondisi musim kemarau.

Rapat yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu dihadiri Wali Kota Singkawang, Wakil Wali Kota, Kapolres Singkawang, Dandim 1202/Skw, Sekda, jajaran kepala perangkat daerah, BPBD, Manggala Agni, BMKG, para Danramil, Kapolsek jajaran, serta seluruh camat se-Kota Singkawang. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kekuatan dan kepedulian bersama.

Dalam rapat disampaikan bahwa kondisi karhutla di Singkawang masih perlu mendapat perhatian serius. Manggala Agni melaporkan luas lahan terdampak mencapai sekitar 372 hektare, dengan sejumlah titik panas terpantau di wilayah Pangmilang dan Sungai Rasau. Sementara itu, hasil pengukuran kualitas udara oleh Dinas Lingkungan Hidup di Singkawang Selatan berada pada kategori tidak sehat. BMKG juga memprakirakan kondisi kemarau masih berlangsung hingga September, sehingga potensi terjadinya karhutla masih cukup tinggi.

Kapolres Singkawang menegaskan pentingnya langkah cepat dan terpadu dalam menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, dampak asap mulai dirasakan masyarakat, tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi juga pendidikan, perekonomian dan transportasi. Kapolres juga menekankan bahwa faktor manusia menjadi perhatian utama dalam kejadian karhutla, sehingga diperlukan pencegahan, edukasi, pengawasan, sekaligus penegakan hukum terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.

Hal senada disampaikan Wali Kota Singkawang yang menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kondisi udara yang kurang baik selama lebih dari satu minggu, potensi terganggunya penerbangan, serta adanya lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Karena itu, rapat mendorong agar kajian dan data pendukung segera dilengkapi sebagai dasar yang kuat untuk menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan penetapan Status Siaga Darurat Karhutla.

Melalui rapat tersebut, seluruh unsur sepakat memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana, dukungan logistik, serta sistem komando di lapangan. Pemerintah, TNI, Polri, instansi terkait dan masyarakat diharapkan bergerak bersama untuk mencegah meluasnya karhutla sekaligus melindungi masyarakat dari dampak asap. Rapat berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dalam keadaan aman, tertib dan kondusif, dengan semangat bahwa menjaga Singkawang dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Penulis Humas Polres Singkawang

About The Author