Rawat Sejarah, Perkuat Persatuan, Saresehan Hari Sumpah Pemuda di Singkawang Ajak Generasi Muda Jaga Nilai Kebangsaan

8

SINGKAWANG, Polda Kalbar – Polres Singkawang, Semangat persatuan dan nasionalisme kembali digaungkan melalui kegiatan Saresehan bertema “Merawat Ingatan, Menolak Amnesia Jas Merah” dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kota Singkawang. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) pukul 08.00 WIB tersebut digelar di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus H. Rais I No. 1, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, dengan menghadirkan para tokoh penggagas otonomi Kota Singkawang, unsur pemerintah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, serta pelajar.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk mengenang perjalanan sejarah terbentuknya Kota Singkawang sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H., Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Evan Ernanda, S.Kom., Anggota DPRD Kota Singkawang Agus Ikhsan, S.E., Komisioner KPU Kota Singkawang Ayu Gintari, S.Pd., M.Pd., serta para tokoh penggagas otonomi Kota Singkawang dan perwakilan organisasi kepemudaan.

Ketua DPC GMNI Kota Singkawang, Johriansyah, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjalanan berdirinya Kota Singkawang. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Sementara itu, Ketua PA GMNI Kota Singkawang, Wahyu Andika, mengajak seluruh pemuda untuk terus menjaga semangat nasionalisme, kebersamaan, dan kekeluargaan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya demi mewujudkan Singkawang yang semakin maju dan menjunjung tinggi toleransi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan pentingnya menjaga ingatan terhadap sejarah perjuangan bangsa sebagaimana pesan Bung Karno, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” atau Jas Merah. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma, melainkan melalui perjuangan, pengorbanan air mata dan darah para pendahulu. Semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menjadi bukti bahwa perbedaan suku dan agama bukanlah penghalang untuk bersatu demi satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.

Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan bahwa nilai-nilai Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Singkawang. Keberadaan rumah ibadah yang berdampingan secara harmonis serta kehidupan masyarakat dari berbagai etnis, seperti Melayu, Dayak, Tionghoa, dan Madura, menjadi gambaran nyata bahwa persatuan dan toleransi harus senantiasa dirawat. Ia juga mengajak generasi muda untuk melawan amnesia sejarah melalui literasi, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sosial, serta membuktikan kecintaan kepada bangsa melalui tindakan nyata, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan.

Saresehan yang diikuti pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, HMI, PMII, KAMMI, GMNI, serta Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Kalimantan Barat ini ditutup dengan penyerahan tanda ucapan terima kasih kepada para tokoh pejuang otonomi Singkawang dan pengucapan ikrar Sumpah Pemuda. Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, Polres Singkawang menerjunkan 20 personel pengamanan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Singkawang Nomor Sprin/1665/X/OPS.4.5./2026 tanggal 30 Oktober 2026, dipimpin Kanit Reskrim Polsek Singkawang Tengah IPDA Teguh Cahyono, S.H., M.H. selaku Perwira Pengendali. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Singkawang mendukung setiap kegiatan positif kepemudaan sebagai wujud menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan demi Singkawang yang aman, damai, dan harmonis.

Penulis Humas Polres Singkawang

About The Author