
SINGKAWANG, Polda Kalbar – Polres Singkawang, Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari ke-13 penanganan, tim gabungan kembali melaksanakan pemadaman dan pendinginan pada Rabu (2/9/2026) sejak pukul 09.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali membesar dan mengancam lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut diperkirakan telah melanda sekitar 30,5 hektare lahan gambut, meliputi kebun sawit, karet, nenas dan rambutan. Kondisi rerumputan serta semak belukar yang mengering membuat api mudah menjalar, sementara karakteristik lahan gambut menyebabkan bara api dapat bertahan di bawah permukaan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui.
Dalam penanganan di lapangan, Polres Singkawang bersama Polsek Singkawang Utara, BKO Brimob Polda Kalbar, personel TNI, Manggala Agni, BPBD Kota Singkawang, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Rasau serta unsur Kecamatan Singkawang Utara bahu-membahu melakukan pemadaman. Sebanyak 109 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir kawasan, memadamkan titik api, serta melakukan pendinginan pada area yang masih mengeluarkan asap.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla tersebut. Akses menuju lokasi harus ditempuh melalui Jalan Senen menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak sekitar 2 hingga 4 kilometer dari Jalan Demang Akub. Selain itu, sumber air di sekitar lokasi relatif terbatas dengan jarak sekitar 250 hingga 500 meter. Untuk mendukung operasi, tim menggunakan sejumlah mesin pompa air serta tiga unit mobil pemadam atau water tank milik TNI.
Meski api secara umum telah berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil dan kepulan asap di beberapa bagian lahan. Karena itu, pendinginan dan penyisiran tidak dihentikan begitu saja. Setiap titik yang masih berpotensi menyimpan bara terus dibasahi dan dipantau secara berkala guna mencegah api kembali muncul dan meluas ke area lainnya.
Kehadiran tim gabungan selama 13 hari ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kesungguhan bersama dalam melindungi masyarakat serta lingkungan dari dampak Karhutla. Pemadaman dan pendinginan akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik panas dinyatakan aman, api benar-benar padam, dan kawasan tersebut terbebas dari potensi kebakaran kembali. Polres Singkawang bersama seluruh unsur terkait juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api.
Penulis Humas Polres Singkawang
