Pelukis Difabel Kalbar Mengguncang Panggung Nasional, Bani Hidayat raih Podium Terbaik Lomba Lukis dalam rangka Hari Bhayangkara ke -80 tahun 2026 di Jakarta

9

Jakarta – Dari sebuah kanvas, cerita besar tentang Kalimantan Barat terukir di panggung nasional. Adalah Bani Hidayat, penyandang disabilitas asal Kalimantan Barat sukses membuat nama daerah ini berkibar setelah meraih Juara 1 Lomba Melukis Difabel tingkat nasional dalam Lomba Kreatif Polri bertema “Polri untuk Masyarakat” yang digelar Divisi Humas Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kamis(13/8).

Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., pada hari Selasa 11 Agustus 2026 di Gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Namun kejutan belum berhenti, Polda Kalbar bersama para peserta dari Kalbar berhasil memborong empat prestasi nasional sekaligus. Selain Bani yang meraih juara pertama, Narwati menyabet Juara 1 Lomba Artikel Jurnalistik, Dedi Kurniadi meraih Juara 3 Lomba Film Animasi AI dan tim polwan Polda Kalbar berkolaborasi dengan tim koreografer Kalbar berhasil meraih juara 3 dalam lomba kearifan local.

Empat prestasi dari kategori berbeda ini menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Kalimantan Barat mampu menembus persaingan nasional.

Yang membuat kemenangan Bani terasa semakin istimewa adalah pesan yang dibawanya.

Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berkarya. Justru melalui karya seni, ia mampu menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga bisa berdiri sejajar dan berprestasi di panggung nasional.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya hanya merasa terpanggil untuk ikut meramaikan lomba ini dan ingin memberikan yang terbaik untuk Kalimantan Barat sebagai perwakilan tuna daksa,” ujar Bani.
Bagi Bani, kemenangan tersebut bukan garis akhir. Ia justru berharap prestasi ini membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas, terutama anak-anak dan pelajar, untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Harapan saya, semoga semakin banyak lomba khusus disabilitas, terutama bagi para pelajar, sehingga lahir generasi-generasi difabel yang terus berkarya,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Divisi Humas Polri dan seluruh panitia di Polda Kalbar dan Polresta Pontianak yang telah memberikan fasilitas dan ruang bagi para penyandang disabilitas untuk berkompetisi dan menunjukkan karya terbaiknya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peraih prestasi dari Kalimantan Barat.

Menurut Bambang, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para pemenang, tetapi juga menunjukkan besarnya potensi kreativitas masyarakat Kalbar.

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemenang yang telah mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat Kalbar sangat luar biasa dan sejalan dengan semangat Polri untuk terus hadir bersama masyarakat,” ujar Bambang.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi masyarakat lainnya untuk terus berani berkarya.

Lomba Kreatif Polri tahun ini menghadirkan beragam kategori, mulai dari Film Animasi AI, TikTok, Infografis, Fotografi, Cerpen, Mendongeng, Video Edukasi Polri, Melukis Difabel, Artikel Jurnalistik hingga Cipta Lagu.

Ajang tersebut menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuangkan ide, kreativitas, dan gagasan melalui karya.

Di saat yang sama, lomba ini juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Bagi Kalimantan Barat, panggung itu menjadi lebih istimewa.
Satu pelukis difabel menorehkan juara tertinggi. Satu jurnalis mengukir prestasi di kategori artikel. Satu karya animasi menembus tiga besar. Satu lagi melaju meraih juara 3 lomba kearifan lokal.

Empat prestasi. Empat karya. Satu nama yang dibawa yaitu “Kalimantan Barat”.
Dari kanvas Bani, tulisan Narwati, animasi Dedi hinngga tim kolaborasi Polwan Polda Kalbar dan masyarakat Kalbar juga berhasil meraih prestasi lomba kearifan lokal.

Pesan yang sampai ke panggung nasional begitu jelas: keterbatasan bukan penghalang, kreativitas tidak mengenal batas, dan talenta Kalimantan Barat mampu bersaing di level nasional.

About The Author