Grebeg Suro 2026 Resmi Dibuka, Harmoni Budaya dan Kebersamaan Warnai Kota Singkawang

8

SINGKAWANG – Polda Kalbar- Polres Singkawang, Semarak budaya dan kebersamaan mewarnai pembukaan Kirab Budaya Singkawang Grebeg Suro Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Parkir Stadion Kridasana, Jalan Pelita, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Sabtu (20/6) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi menyambut Tahun Baru Jawa ini dihadiri berbagai unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta ribuan warga yang antusias menyaksikan rangkaian acara budaya yang disuguhkan.

Pembukaan Grebeg Suro 2026 diawali dengan penampilan tari-tarian daerah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Singkawang, dan Mars PJKB, serta pembacaan doa. Suasana semakin meriah dengan berbagai sambutan dari panitia, Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Paguyuban Jawa Kota Singkawang (PJKS), hingga Wali Kota Singkawang. Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan anak panah ke angkasa dan penyalaan kembang api yang disambut tepuk tangan para pengunjung.

Ketua Panitia, Supardiana, menyampaikan bahwa Kirab Budaya Singkawang Grebeg Suro 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 hingga 27 Juni 2026. Selain menampilkan beragam kegiatan seni dan budaya, panitia juga menghadirkan 59 stan UMKM yang menawarkan berbagai kuliner dan produk lokal. Kehadiran stan UMKM tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berkunjung.

Ketua PJKB Kalimantan Barat, Dr. Purwanto, menegaskan bahwa Grebeg Suro bukan hanya menjadi sarana pelestarian budaya Jawa, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Menurutnya, tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang harus dijaga bersama sebagai simbol harmonisasi dan kebhinekaan.

Sementara itu, Ketua PJKS Kota Singkawang, Sutopo Aryanto, menjelaskan bahwa Grebeg Suro Tahun 2026 mengusung tema “Harmoni Budaya di Kota Toleran, Merajut Tradisi Memperkokoh Keberagaman.” Selama sepekan, masyarakat akan disuguhkan berbagai agenda budaya, mulai dari Java Night 1000 Blangkon, pertunjukan tari kolosal, kirab gunungan, pameran seni budaya Jawa, hingga karnaval budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi ruang silaturahmi budaya bagi seluruh elemen masyarakat.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar perayaan pergantian Tahun Baru Jawa, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan pelestarian budaya. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang memberikan nilai edukatif dan spiritual bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan pembukaan berlangsung hingga pukul 23.15 WIB dengan pengamanan dari personel Polri, dan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, serta kondusif.

Penulis Humas Polres Singkawang

About The Author