Sinergi Tanggap Darurat: Pemkot Singkawang dan Aparat Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kelurahan Sedau

115

SINGKAWANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kota Singkawang. Pada Senin malam, 28 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB, titik api ditemukan di wilayah Jl. Arteri Bandara Singkawang, RT 059 RW 009 Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Lahan kosong seluas kurang lebih 5 hektare yang didominasi semak belukar dan vegetasi gambut terbakar hebat, memicu kekhawatiran akan meluasnya kebakaran ke area permukiman dan kebun sawit di sekitarnya.

Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K. bersama Pemerintah Kota Singkawang bergerak cepat. Dipimpin langsung oleh Wali Kota Singkawang, Ibu Tjhai Chui Mie, S.E., M.H. bersama Wakil Wali Kota Bapak Muhammadin, S.E., M.H., jajaran Forkopimda turun ke lokasi kejadian untuk memantau langsung proses penanganan. Kehadiran unsur TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan masyarakat peduli api (MPA) menjadi bukti kuatnya sinergi lintas sektor dalam merespons bencana karhutla ini.

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Dengan mengerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil AWC milik Polres Singkawang, dan personel Brimob dari Batalyon B Pelopor Satbrimob Singkawang, upaya penanggulangan difokuskan untuk mengendalikan penyebaran api. Tantangan besar datang dari kondisi tanah gambut yang membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya, ditambah cuaca cerah dan angin sedang yang mempercepat rambatan api.

Kapolres Singkawang Melalui Kapolsek Singkawang Selatan AKP R.M. Walidu menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun pihaknya telah melakukan langkah-langkah pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk mengungkap faktor penyebab insiden ini. “Kami tetap waspada dan melakukan monitoring berkala agar api tidak kembali menyala. Koordinasi dengan pihak kelurahan dan RT juga terus dilakukan,” Ujarnya.

Sementara itu, Camat Singkawang Selatan, Apriyanto, S.Sos, mengapresiasi peran aktif warga dalam melaporkan kejadian karhutla secara cepat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat tingginya risiko bencana serta ancaman hukum yang menyertainya. “Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mencegah kebakaran semakin meluas,” tuturnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Pemerintah Kota Singkawang bersama seluruh unsur terkait terus menggalakkan edukasi dan pencegahan karhutla, terutama di wilayah yang rawan terbakar. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah demi keselamatan bersama.

Penulis Humas Polres Singkawang

About The Author