
SINGKAWANG – Polda Kalbar- Polres Singkawang, Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K. menghadiri kegiatan Zoom Meeting Rapat Monitoring Situasi Terkini Penanganan Karhutla di Beberapa Wilayah Indonesia Tahun 2025 yang dilaksanakan pada hari Senin, (28/7/2025), pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini bertempat di ruang TCM Kantor Wali Kota Singkawang, Jl. Firdaus H. Rais, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang.
Rapat virtual ini diikuti oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H., Wakil Wali Kota Muhammadin, S.E., M.H., Kasdim 1202/Skw Mayor Inf. Sugiono, Kepala BPBD Kota Singkawang Nana Priyana, S.STP., serta sejumlah pejabat utama Polres Singkawang, termasuk Kabag Ops Kompol Eko Andy Sutejo, S.H., M.M., Kasat Samapta AKP Rusmail, dan Kapolsek Singkawang Selatan AKP R. Moch Walidu, S.H.
Dalam paparannya, Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. menyampaikan bahwa hingga 27 Juli 2025 terdapat 112 titik panas di wilayah Kalbar, dengan Singkawang tercatat nihil. Meski demikian, Kalbar menetapkan status Siaga Darurat Bencana Asap sejak 17 April hingga 31 Oktober 2025, serta melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti patroli gabungan dan operasi modifikasi cuaca.
Kepala BMKG RI, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., dalam laporannya menyebut bahwa curah hujan di Kalbar pada Agustus masih bervariasi dan wilayah tetap harus waspada terhadap potensi kekeringan dan sebaran asap. Operasi modifikasi cuaca di Kalbar dinilai cukup berhasil, dengan peningkatan curah hujan mencapai 70,6% dan volume air hujan terbesar se-Indonesia sebesar 306,5 juta m³.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. turut menyampaikan bahwa dari total 2.002 kejadian bencana sepanjang 2025, karhutla masih menjadi salah satu bencana yang dominan. Namun demikian, tren luas lahan terbakar secara nasional mengalami penurunan signifikan. Strategi nasional juga meliputi penguatan satgas darat dan udara, serta penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pelaku pembakaran lahan.
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi, partisipasi aktif masyarakat, dan peningkatan kewaspadaan terutama pada awal hingga pertengahan Agustus. Ia menekankan bahwa penanganan karhutla merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia terus belajar dan memperbaiki sistem penanggulangan bencana dari tahun ke tahun.
Penulis Humas Polres Singkawang
