SINGKAWANG,- Polda Kalbar- Polres Singkawang, Bhabinkamtibmas Polsek Singkawang Barat yang bertugas di Kelurahan Kuala Aipda Anton hadiri Kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat ( PHBS ) di Kel. Kuala Kec. Singkawang Barat Kota Singkawang, Rabu (5/7/2023).
Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan Kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat ( PHBS ) kepada Warga Masyarakat dengan Tema Stop Buang Air Besar Sembarangan ( BABS ) Demi Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan
Dalam sambutannya Muaz, S.Sos selaku Lurah Kuala menuturkan, “Terima kasih kepada Bapak / Ibu yang telah hadir pada acara pagi hari ini, yakni tentang Sosialisasi Perilaku hidup bersih dan sehat, Mari bersama-sama kita dengarkan dari Narasumber efek negatif terkait BAB secara sembarangan, Pada kesempatan ini juga kita akan diberikan kesempatan diskusi / tanya jawab terkait perilaku hidup bersih dan sehat, Tuturnya.
Selanjutnya Bapak Lukas Suharyadi, S.Sos selaku Camat Singkawang Barat dalam sambutannya menuturkan, “Kegiatan ini merupakan Instruksi dari bapak Walikota Singkawang terkait percepatan stop buang air besar sembarangan, Sehubungan dengan hal tersebut saat ini kita berkumpul di ruangan ini untuk mendapatkan pencerahan dari Dinas Kesehatan kota singkawang terkait pola hidup bersih dan sehat, serta stop BAB secara sembarangan, Mari bersama – sama kita mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Narasumber seperti apa WC yang sudah sesuai dengan standar kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut Penyampaian dari Narasumber Halita Bustina, Skm dari Dinas Kesehatan Kota Singkawang menyampaikan, “BABS ada dua kategori yakni BABS terbuka dan BABS tertutup, Untuk di Kel. Kuala terdapat sekitar 70 an warga yang melakukan BABS tertutup yakni pembuangan spitengnya langsung ke aliran sungai
“Bahaya membuang air besar secara sembarangan yakni dapat menimbulkan beberapa penyakit sehingga merugikan warga tersebut, salah satunya dapat menyebabkan stunting bagi bayi kita, Tinja manusia mengandung bemilyar-Milyar Mikroba sehingga jika di buang secara sembarangan sangat membahayakan kesehatan di sekitar lingkungan kita,
“Tinja atau Kotoran manusia yang di buang secara sembarangan merupakan media penularan penyakit, Kriteria jamban sehat yakni memiliki WC secara tertutup dan memiliki spiteng yang pembuanganya langsung kedalam tanah dengan menggunakan gorong – gorong yang sebelumnya sudah terpendam di dalan tanah.
“Komponen dasar STBM ( Sanitasi Berbasis Masyarakat ), yakni perubahan perilaku di masyarakat, Peningkatan akses sanitasi yang berkelanjutan, Pengelolaan berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan dukungan institusi kepada Masyarakat,
Adapun kerangka dari STBM yakni berupa Stop BAB secara sembarangan, Mencuci tangan pakai sabun, Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan Sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah rumah tangga.
Bahwa Dampak dari BABS sebagai berikut, menimbulkan bau, dapat menjadi media penularan berbagai penyakit, dapat menyebabkan Stunting bagi pertumbuhan bayi, Krieteria jamban sehat, tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban tersebut, tidak mengotori air permukaan di sekitarnya, tidak mengotori air tanah, tidak menimbulkan bau, tidak menjadi sarang vektor penyakit, mudah di pergunakan dan di pelihara, Pungkasnya.
Penulis: Ramon Imm Polres Singkawang

