Rembug Sektor Kebudayaan APEKSI di Singkawang, Rawat Warisan Budaya dan Perkuat Persatuan Bangsa

7

SINGKAWANG, Polda Kalbar –Polres Singkawang, Kota Singkawang menjadi tuan rumah kegiatan Rembug Sektor Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung pada Jumat (16/10/2026) pukul 08.00 WIB di Ballroom Hotel Swiss Bell Inn, Jalan Alianyang, Kecamatan Singkawang Barat. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para pemimpin daerah untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong pelestarian kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas dan pembangunan kota di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Direktur APEKSI Alwis Rustam, Ketua Dewan Pengurus APEKSI Dr. Eri Cahyadi, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakapolres Singkawang Kompol Eko Andi Sutejo, serta sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kota dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan yang mempererat persaudaraan sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan napas kehidupan masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Melalui semangat “Menolak Lupa, Menolak Runtuh, Menolak Punah”, ia mengajak seluruh pemerintah kota untuk merawat warisan sejarah, tradisi, kesenian, kuliner, dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ia juga menegaskan bahwa keberagaman budaya Tionghoa, Dayak, Melayu, dan berbagai etnis lainnya menjadi kekuatan yang membentuk karakter Kota Singkawang sebagai kota yang harmonis dan menjunjung tinggi toleransi.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI Dr. Eri Cahyadi turut menekankan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkarakter dan berdaya saing. Menurutnya, Rembug Sektor Kebudayaan harus menjadi ruang dialog yang mampu menghasilkan rekomendasi nyata, program kerja yang terukur, serta kerja sama berkelanjutan antarpemerintah kota. Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengajak seluruh daerah agar pembangunan infrastruktur dan ekonomi berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, termasuk melalui pendidikan, pengembangan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Leaders Talk bertema “Warisan Kota, Identitas Kita: Ketika Budaya Menjadi Kekuatan dan Daya Saing Kota”, serta diskusi dalam lima klaster yang membahas objek fisik dan ruang, warisan budaya dan tradisi, produk kreatif lokal, festival budaya, serta bentang alam. Melalui diskusi tersebut, para kepala daerah berbagi pengalaman dan gagasan mengenai strategi pelestarian budaya sesuai karakteristik masing-masing kota, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam promosi budaya, pertukaran seniman, penyelenggaraan festival, dan penguatan jejaring komunitas budaya.

Kegiatan Rembug Sektor Kebudayaan APEKSI dilanjutkan dengan pembahasan internal antarpeserta dan berakhir pada pukul 11.15 WIB dalam situasi aman, kondusif, dan terkendali. Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah nyata untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap lestari dan relevan bagi generasi mendatang. Sebab, kota yang maju bukan hanya kota yang berkembang secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kota yang mampu menjaga jati diri, menghargai keberagaman, serta merawat persatuan melalui kekayaan budayanya.

Penulis Humas polres Singkawang

About The Author