Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Galodo di Kabupaten Solok, Buka Akses hingga Lakukan Trauma Healing

8

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang atau galodo dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bersama unsur terkait dan masyarakat, Polri mengerahkan personel untuk membuka akses jalan, membersihkan material lumpur, melakukan pencarian warga yang masih belum ditemukan, hingga memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat terdampak.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama seluruh unsur di lapangan karena kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak cukup beragam.

“Polri bergerak cepat bersama unsur terkait dan masyarakat untuk menangani dampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Solok. Penanganan seperti ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga seluruh unsur bersama-sama bergerak sesuai tugas dan perannya, baik dalam membuka akses, membantu pencarian warga yang masih belum ditemukan, membersihkan material, maupun memberikan dukungan kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Respons awal dilakukan setelah galodo menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan sejumlah wilayah di Kayu Aro, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) malam. Jajaran Polda Sumbar langsung mengerahkan personel Brimob, Dit Samapta, jajaran Polres Solok, serta berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat untuk menangani dampak bencana.

Sekitar 300 personel Satbrimob Polda Sumbar bersama satu kompi personel Dit Samapta dikerahkan sejak malam untuk membantu membuka jalur utama Solok-Padang yang sempat tertutup material longsor. Personel bersama masyarakat dan unsur terkait bahu-membahu membersihkan endapan lumpur dan bebatuan menggunakan peralatan manual, kendaraan taktis, serta mesin pompa air.

Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy juga turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak sekaligus memastikan proses penanganan berjalan. Pembersihan dilakukan secara bertahap agar akses transportasi dapat kembali digunakan dan tidak menghambat mobilitas masyarakat, distribusi bantuan maupun proses evakuasi.

Selain membuka akses, personel kepolisian bersama tim SAR gabungan juga melakukan pendataan terhadap rumah dan warga terdampak serta membantu proses pencarian warga yang masih belum ditemukan.

Pada Rabu (23/9/2026), Tim SAR Satbrimob Polda Sumbar kembali memperluas penyisiran di sejumlah titik pencarian bersama unsur SAR terkait dengan memperluas radius penyisiran berdasarkan pembagian sektor yang telah ditentukan.

Di sisi lain, personel Satbrimob Polda Sumbar juga terus membantu masyarakat membersihkan sisa material lumpur yang merendam kawasan permukiman. Dengan menggunakan sekop dan gerobak dorong, personel bersama warga mengangkut timbunan lumpur dari halaman dan sekitar rumah agar lingkungan dapat kembali digunakan untuk aktivitas masyarakat.

“Penanganan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga kondisi masyarakat yang terdampak. Karena itu, Polri bersama unsur terkait terus menyesuaikan langkah di lapangan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam proses evakuasi, pencarian, pembersihan, maupun pendataan dampak bencana,” kata Trunoyudo.

Dukungan terhadap masyarakat juga dilakukan Polres Solok melalui tim konselornya dengan menggelar trauma healing bagi anak-anak dan warga terdampak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Komplek Nuansa Griya Arosuka Tahap 1 dan 2 serta lokasi pengungsian di rumah dinas Wakil Bupati Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.

Para konselor mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan memberikan motivasi untuk membantu mengurangi kecemasan serta memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami bencana.

“Polri juga memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Kehadiran personel di tengah masyarakat, bersama unsur lainnya, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga melewati situasi sulit setelah bencana,” tuturnya.

Trunoyudo menambahkan, Polri bersama unsur terkait masih melanjutkan penanganan di wilayah terdampak dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Selain proses pencarian, pembersihan material dan pemulihan akses, jajaran di lapangan juga terus melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat serta dampak kerusakan yang ditimbulkan bencana.

“Seluruh langkah ini dilakukan secara bertahap dan melalui kerja bersama. Polri tidak berjalan sendiri, tetapi bersinergi dengan pemerintah daerah, tim SAR, TNI, dan unsur terkait lainnya, termasuk masyarakat, agar setiap kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara bersama-sama,” pungkasnya.

About The Author