Singkawang,Polda Kalbar, Polres Singkawang,
Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilaksanakan. Sabtu (5/9/2026) sejak pukul 09.00 WIB, di Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari penanganan karhutla yang telah berlangsung selama lima belas hari secara intensif dan kini memasuki hari ke-16. Tim gabungan terus bergerak melakukan penyisiran dan pendinginan guna memastikan kondisi lahan benar-benar aman.
Lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare dan didominasi tanah gambut dengan vegetasi berupa kebun sawit, karet, nenas, rambutan, serta semak belukar dan rerumputan yang mengering. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah menyebar dan menyulitkan proses pemadaman. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Cuaca yang panas dan kondisi musim kemarau diduga turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan tersebut.
Dalam penanganan di lapangan, personel gabungan dari Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, Brimob Polda Kalbar, TNI, BPBD Kota Singkawang, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur Kecamatan Singkawang Utara bahu-membahu melakukan pemadaman. Sebanyak lebih dari 130 personel terlibat dengan dukungan sejumlah mesin pompa air dan mobil tangki pemadam. Meski sumber air di sekitar lokasi cukup terbatas dan berjarak sekitar 250 hingga 500 meter, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas untuk terus bekerja.
Berkat kerja sama dan kegigihan seluruh unsur yang terlibat, api untuk sementara berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih menemukan beberapa titik api kecil dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan. Karena itu, proses pendinginan, penyisiran, dan pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk mencegah bara api kembali menyala dan meluas ke area lainnya. Setiap titik yang ditemukan terus ditangani dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan ancaman baru bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Penanganan karhutla ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kebersamaan berbagai pihak dalam menjaga keselamatan masyarakat serta lingkungan. Petugas gabungan bersama masyarakat terus berupaya hingga seluruh titik panas dipastikan aman dan lokasi benar-benar kondusif. Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kekuatan penting dalam menghadapi karhutla, terlebih di tengah kondisi kemarau, sehingga diharapkan masyarakat juga terus berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
Penulis Humas Polres Singkawang
