KEGIATAN LAILATUL IJTIMA’KA KE 2 DAN PERINGATAN HARLAH NU KE 95 SINGKAWANG TIMUR

177

Polda Kalbar Polres Singkawang Humas Polres Singkawang – Pada hari Sabtu ( 30/01/2021 ) 20.30 Wib, telah dilaksanakan kegiatan Lailatul Ijtima’ka ke 2 dan peringatan Harlah NU ke 95.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ka ke 2 dan peringatan Harlah NU ke 95 dilaksanakan di Masjid Al Hifayah yang terletak di Jl. Raya Singkawang – Bengkayang Kel. Pajintan Kec. Singkawang Timur.

Acara diawali dengan Pembukaan oleh pembawa acara, kemudian Pembacaan Sholawat, Kata sambutan, selanjutnya Istiqosah dan do’a bersama.

Mauzhah Hasanah, KH. Ghufron Mubin ( PBLD NU Pusat) dan Buhori, M. Pd. ( PW GP Ansor Kalbar), Penutup/Do’a

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Singkawang diwakili Bpk Hendrawan, SE ( Asisten I Pemerintahan Kota Singkawang ), Kapolres Singkawang diwakili Kapolsek Singkawang Timur, Dandim 1202 Skw diwakili Kapten. Suradi, KH. Ghufron mubin, Ustadz Buhori, M.Pd, Bpk Abdul Muthalib Ketua Rois surya PC NU Singkawang, Abdul Nazib anggota Rois surya PC NU Singkawang, Ustadz Fahrus pengasuh tahfiz alhikwan, Ketua Cabang PBNU Kota Singkawang bapak Drs. KH. Edy Purwanto Achmd, Pengurus PBNU Kota Singkawang, Ketua MWC NU Kec Singkawang Tmur, Camat Singkawang Timur, Wakil Kapolsek Singkawang Timur, Ketua Panitia, Banser berjumlah 15 orang dan Undangan dari pesantren/ Majelis taklim Kota Singkawang yang berjumlah lebih kurang 200 orang

Kata sambutan Asisten I Pemerintahan Kota Singkawang Bpk Hendrawan SE menyampaikan
Mohon maaf Walikota tidak dapat hadir karena adanya sesuatu hal tugas yang tidak dapat ditinggalkan.

Selamat atas HUT NU ke 95 tahun yang mana NU merupakan organisasi yang besar di indonesia

Pemerintah tetap mendukung keberadaan NU di Indonesia karena mendukung program Pemerintah.

Masih terjadinya pandemik covid-19 di Indonesia agar masyarakat tetap menjaga kesehatan ( Protokol kesehatan) tetap memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak karena Indonesia sudah menembus 1 juta penderita covid-19.

Dampak dari Covid -19 buksn saja masalah kesehatan tapi dapat berpengaruh terhadap ekonomi yang dapat memicu kejahatan

Tausiah Ustadz Buhori, M.Pd sebelumnya menyanyikan lagu Mars@ Yahlal waton.

Kelahiran NU sudah 95 tahun, cukup asam garam berorganiaasi untuk menjadi anggota NU atau Banser harus memiliki jiwa yang sholeh.

Sesuai hadis Nabi Muhammad. SAW siapa pun yg membawa ilmu agama dalam kehidupan harus bersifat adil, di Indonesia yang memiliki cara yang berbeda baik cara sholat, pelaksanaan sunah dan lain lain kita harus hati-hati untuk belajar ilmu harus teliti dan adil sehingga terkandung nilai menjaga kesatuan.

Belajar harus dengan ulama-ulama atau guru yg benar, karena banyak terjadinya melampauan batas mengkafir-kafir orang lain ( ini berlebihan). banyak org yang melebihi dari pada Nabi Muhammad SAW saat ini sepertinya ilmunya lebih tinggi dr Nabi Muhammad SAW.

Sehingga Nabi Muhammad SAW mengisaratkan nanti d akhir jaman ada tumbuh di tengah2 umat islam mereka adalah merupakan gerakan yg baru ( baru belajar aqidah), berbicara agama tp mrk bodoh ( tdk memakai hadist) dan mengapa NU lahir untuk membuang cara pikir yang dangkal sehingga tidak mudah mengkafirkan orang walaupun beda cara padang tentang aqidah agama Islam.

Yanng pakar tentang aqidah, tahu sifat2 suci Allah SWT dan tahu betul tentang syariah2 yang menjadi rujukan kita utk belajar agama, sehingga kita akan selamat dunia dan akhirat harus merujuk ahlil sunnah waljamaah.

Tausiah dari Ustadt H Buhori M. Pd ( PW GP Ansor Kalbar) bahwa Setiap kaum ada rosulnya, sampai Nabi Muhammad SAW, sampai terun ke Nabian dan terus ke para ulama, jadi kesadaran kaum NU untuk menjadi panutan.

Bagaimana Islam datang ke Indonesia dan menjadi agama mayoritas di Indonesia bahkan terbesar didunia, karena ulama dulu bisa membaur dgn kebudayaan setempat dan dgn kebijakan para ulama Islam adanya kebijakan lokal agama setempat, sehingga adanya istilah Sembahyang, wayang kulit Sunan kalijaga, mantra2 diubah membaca ayat2 Al Qur’an dan timbulnya istilah Islam Nusantara.

Para ulama dulunya begitu bijaksana dengan menerima Pancasila bukan membuat Negara Islam, makanya warga NU harus memiliki rasa cinta tanah air.

Selanjutnya kegiatan foto bersama dan dilanjutkan dengan menikmatinya hidangan yang telah disiapkan ( acara makan bersama)

Sekitar jam 23.00 wib kegiatan selesai selama kegiatan berlangsung situasi aman.